|
YOH 15:9-17
Kasih Yesus
Ursulla Ann
Di sebuah pedalaman, menetaplah suatu suku yang hidup aman tenteram. Namun ketentraman penduduk terusik dengan pencurian ternak yang terjadi akhir-akhir ini. Kepala suku mengumumkan, apabila si pencuri tertangkap, ia akan mendapatkan hukuman 100 cambukan. Tidak lama berselang, tertangkaplah sang pencuri yang ternyata adalah anak kepala suku sendiri! Hari penghukuman tiba, kepala suku memerintahkan prajurit untuk mengikat anaknya di sebuah tiang. Kemudian ia berjalan dengan langkah tegap menuju tiang, tangannya menggenggam erat sebuah cambuk. Suasana menjadi hening dan mencekam saat dia berhenti di depan anaknya. Tanpa diduga, kepala suku memberikan cambuk kepada prajuritnya lalu memeluk anaknya erat-erat. Kemudian, ia memerintahkan prajurit untuk mencambuk dirinya.
|
|
Read more...
|
|
|
SUARA GEMBALA:Kasih sebagai Landasan Pelayanan Kita |
|
Kasih sebagai Landasan Pelayanan Kita
Rm Bonie Payong ss.cc.
Minggu ini adalah Minggu Paskah VI yang dikenal dalam tradisi Gereja Katolik sebagai Minggu Amare (mengasihi). Dalam minggu ini pada hari Kamis nanti, kita merayakan Hari Raya Kenaikan Tuhan kita Yesus Kristus ke surga. Sesuai dengan janji-Nya, Yesus tidak meninggalkan kita bagaikan anak yatim piatu. Ia akan mengutus Roh Kudus untuk menemani kita setiap hari. Dalam rangka menantikan kedatangan Roh Kudus ini, kita mengadakan Novena Roh Kudus selama 9 hari berturut-turut.
|
|
Read more...
|
|
Seminar Public Speaking WKRI – 12 Mei 2007. WKRI ranting St. Margaretha, Stasi Regina Caeli, pada Sabtu, 12 Mei 2007, mengadakan Seminar Public Speaking bertajuk “Good Communication in Organization”. Seminar yang berlangsung di ruang serba guna RC ini diikuti 71 peserta dengan menampilkan pembicara tunggal, A. Zae Hanan, seorang pakar di bidang public speaking dan hypnotherapi. Dalam seminar ini diajarkan bagaimana berbicara dengan berbagai komponen yang bisa dikembangkan, antara lain, secara visual (berbicara dengan gerak tubuh yang lebih ditonjolkan), auditori (lebih mengandalkan ekspresi suara dalam penyampaian) dan komponen terakhir kinestetis (lebih mengandalkan perasaan). |
|
|
|
|
|
|
Page 1 of 5 |